Al-Tsaqafah Selenggarakan Munaqasyah Tahfidz Al-Qur’an di Malam Nuzululqur’an

ALTSAQAFAH.ID – Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah menyelenggarakan munaqasyah tahap akhir, yaitu Munaqasyah Tahfidz Al-Qur’an yang bertepatan dengan malam Nuzululqur’an (diturunkannya Al-Qur’an) pada Jum’at (7/4/2023).

Munaqasyah Tahfidz Al-Qur’an kali ini dilaksanakan pada malam hari di bulan suci Ramadan yang bertepatan dengan malam Nuzululqur’an. Tujuannya agar mendapat kemuliaan dan keberkahan dari malam Nuzululqur’an.

Ihsan Said, Koordinator Bidang Al-Qur’an, menyampaikan bahwa Munaqasyah Tahfidz Al-Qur’an merupakan bahan evaluasi dari program tahfidz.

“Munaqasyah itu hanya rangkaian evaluasi dari program tahfidz, selama di Al-Tsaqafah para santri mengikuti kegiatan tahfidz setiap hari. Untuk mengevaluasi, menilai keberhasilan para santri dalam kegiatan tahfidz, maka diadakanlah munaqasyah,” papar Ihsan Said.

Ihsan mengatakan bahwa penilaian ini tidak bersifat mutlak. Dalam artian, ujian ini bukan menjadi acuan utama ketika nanti di masyarakat sebab ketika para santri terjun dalam masyarakat yang menjadi penilaian bukan dilihat dari nilai atau seberapa banyak hafalan yang para santri miliki, melainkan siapa yang dapat menjaga dan mengamalkan apa yang terkandung dalam Al-Qur’an.

Peserta Munaqasyah Tahfidz Al-Qur’an foto bersama para penguji

Agil Darmansyah Ibrahim, santri Kelas 12 IPS 1 asal Ciganjur Jakarta Selatan, mengungkapkan rasa syukurnya telah melewati Munaqasyah Tahfidz Al-Qur’an.

“Alhamdulillah saya sudah mencapai target hafalan 5 juz berkat doa dari orang tua dan guru-guru. Mengikuti ujian tahfidz ini rasanya deg-degan, untungnya saya sudah mempersiapkan dengan matang diiringi doa dari orang tua dan guru-guru insyaallah saya bisa menjawab soal dari penguji karena usaha tanpa doa itu sia-sia,” ujar Agil.

Agil juga berharap setelah lulus dari Pesantren Al-Tsaqafah, ia bisa melanjutkan hafalannya sekaligus bisa lebih memahami isi kandungan Al-Qur’an. Menurutnya, 5 juz saja tidak cukup dan menuntut ilmu itu hukumnya wajib, maka ia ingin terus belajar memperdalam keilmuannya.

Adapun banyaknya hafalan santri yang diujikan berbeda-beda, sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditempuh selama belajar di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah. Jika santri belajar mulai dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan melanjutkan sampai Madrasah Aliyah (MA), hafalan yang diujikan, yaitu 5 juz Al-Qur’an, juz 30-26. Namun, santri yang belajar di Madrasah Aliyah (MA) saja, maka hafalan yang diujikan hanya 3 juz Al-Qur’an, yaitu juz 30-28.

Dalam teknis pelaksanaan ujian tahfidz, penguji mengambil kertas nama-nama peserta ujian secara acak untuk diuji. Kemudian, peserta mengambil kertas soal dan diserahkan ke penguji. Ada dua soal yang diujikan, keduanya berupa sambung ayat. Soal pertama diambil dari juz 30 dan 29 dengan nilai 40 jika bisa menjawabnya. Kemudian, soal yang kedua diambil dari juz 28-26 dengan nilai 60.

 

 

Reporter: Farhansyah Khumaedi

media@altsaqafah.id   Postingan Lainnya