ALTSAQAFAH.ID – Dalam rangka menghadapi Penilaian Akhir Semester (PAS) Tahun Ajaran 2021–2022, Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah mengadakan taftisy kitab dan buku catatan. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian agenda pra-PAS yang rutin diikuti oleh para santri pada setiap semester.
Para santri dituntut untuk serius dalam menghadapi PAS dengan cara melengkapi catatan-catatan setiap pelajaran yang sudah diajarkan oleh seluruh guru pengampu mata pelajaran.
Pada rapat evaluasi bulanan yang dihadiri oleh seluruh dewan guru dan staf, Wiwit Maysaroh selaku ketua panitia PAS mengimbau agar pelaksanaan taftisy kitab dan buku catatan dilaksanakan dalam kurun waktu 17 – 25 November 2021.
Sebelum agenda taftisy dilaksanakan, dewan guru akan memberi tahu setiap anak didiknya tentang materi apa saja yang harus mereka lengkapi dalam catatannya.
“Metode yang saya pakai ketika taftisy adalah dengan memanggil 4–5 siswa sesuai urutan daftar hadir untuk maju membawa kitab dan buku pelajaran yang akan ditaftisy. Hal ini bertujuan agar dalam penilaian taftisy tetap kondusif dan teratur serta tidak memakan waktu yang lama,” ujar Thaberani salah satu pengajar kitab kuning di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah kepada ALTSAQAFAH.ID.
Setelah itu, lanjut Thaberani, kitab milik santri akan diperiksa kelengkapannya satu per satu. Jika tidak lengkap, dia meminta santri untuk melengkapi kitabnya.
“Ketika saya menemukan beberapa kata yang tidak ada makna pegon dalam kitab, saya akan bertanya terlebih dahulu kepada siswa yang bersangkutan. Apabila siswa tidak bisa menjawab apa makna dari kata tersebut, saya memerintahkannya untuk menambal terlebih dahulu makna pegon pada kata tersebut,” imbuhnya.
Kegiatan taftisy kitab dan buku catatan berjalan dengan lancar dan terlihat sangat khidmat karena para santri antusias mengikuti kegiatan ini dalam melengkapi serta merapikan catatan pelajaran, juga keseriusan dewan guru dalam menyelenggarakannya.
Reporter: Nelly Ayu Apriliani
Editor: Senja Bagus Ananda

