Ulasan Film Pendek “Cyberbully”

ALTSAQAFAH.ID – Setelah menonton film pendek Cyberbully yang merupakan film keluaran tahun 2015, terdapat beberapa pendapat, rangkuman, dan materi yang akan saya sampaikan.

Casey Jacobs, seorang gadis remaja dituduh sebagai pelaku cyberbullying oleh seorang hacker anonymous yang berhasil meretas salah satu alat komunikasinya, laptop, dan melacak keberadaannya melalui sebuah kamera yang sudah tersambung ke dalam laptop.

Berawal dari sebuah cuitan mantan pacar Casey, Nathan di aplikasi Twitter yang menyinggung bahwa Casey merupakan seseorang yang memiliki masalah mental dan kebergantungan pada obat-obatan. Padahal hal tersebut merupakan sebuah privasi yang hanya diketahui oleh sahabatnya. Dengan bermodalkan teman yang dapat meretas, Casey berniat untuk meretas akun Nathan atas ide dari sahabatnya, Megan.

Namun, temannya yang dapat meretas, Alex, menolaknya. Akan tetapi, selang beberapa detik, Alex kembali mengirimnya pesan dan menawarkan diri untuk mengajak meretas akun Nathan. Dengan dendam yang masih ada, Casey mulai mengetik hal yang tidak masuk akal dengan berpura-pura sebagai Nathan. Namun, kepalang sayang ternyata orang yang ia kira Alex, bukanlah Alex yang sebenarnya. Akun Alex diretas oleh seorang anonymous yang mengaku sebagai Alex dan malah mengancam dirinya.

Dari sinilah mulai terlihat siapa sosok Casey sebenarnya. Ternyata tidak hanya sekali Casey menjelek-jelekkan seseorang di media sosial. Sebelumnya ia mengirim video tentang Jennifer Li yang merupakan kakak kelasnya dahulu. Ia juga pernah berpura-pura sebagai Jennifer dan mengirim sebuah fakechat dan hal lainnya.

Tanpa mengetahui dampak yang akan dialami oleh korban, ia dengan senang hati melakukan hal tersebut bersama teman-temannya menggunakan akun anonymous. Ia juga menyebar aib temannya dan menjelek-jelekkannya. Hal ini dapat dilihat dalam kasus Tamara.

Seorang anonymous yang meretas laptop Casey terus mengancam Casey dengan foto-foto pribadinya dan hal rahasia lainnya. Ia mengetahui rahasia-rahasia Casey dan terus menyadarkan Casey tentang dampak yang telah ia lakukan kepada korban cyberbullying dan memaksa Casey untuk mengakui perbuatannya.

Dicurigai seorang anonymous tersebut merupakan pemilik akun @spearspike-84 yang turut mengomentari upload-an Casey dalam kasus cyberbullying.

Film pendek ini cukup menggantung karena masih banyak hal yang tidak dijelaskan.

Dari beberapa kejadian yang diceritakan dalam film pendek ini, terdapat banyak pelajaran yang bisa diambil. Sering kali tanpa disadari kita melakukan cyberbullying, tanpa sadar menjadi pelaku, dan tidak menyadari dampak yang akan terjadi pada korban.

Di era globalisasi ini cyberbullying kerap kali terjadi. Kejahatan sosial nonverbal ini merupakan kasus kejahatan yang saat ini paling ramai, banyak juga kasus bunuh diri yang terjadi yang berasal dari korban cyberbulyying.

Maka, sebagai remaja yang terlahir di era globalisasi ini kita seharusnya bisa menjaga diri dalam menggunakan internet, bermedia sosial, jangan sampai hal yang kita lakukan tanpa sadar menyinggung orang lain. Oleh karena itu, kita harus menerapkan prinsip “biarkan mereka melakukan apa yang mereka mau” tanpa mengusiknya dan mengomentari hal yang tidak-tidak.

*Tugas dari mata pelajaran Sosiologi, menonton film Cyberbully (2015)

 

 

 

Penulis: Luqyna Lubna Kelas 12.2 IPS

Editor: Senja Bagus Ananda

media@altsaqafah.id   Postingan Lainnya