Refleksi Akhir Tahun, Kiai Said: Arah Politik Pemerintah Didikte Oligarki

ALTSAQAFAH.ID – Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Prof.Dr. K.H. Said Aqil Siroj menyampaikan pidato Refleksi Akhir Tahun 2022 dan Pembukaan “International Media Training for Muslim Jurnalist” di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Sabtu (31/12/2022).

Kiai Said memberi apresiasi atas capaian pembangunan dan kerja keras pemerintah dalam mewujudkan pembangunan Indonesia yang lebih baik. Namun, Kiai Said juga memberi beberapa catatan penting agar menjadi perhatian dan penanganan serius oleh pemerintah.

“Pemerintah tidak boleh hanya mengikuti orkestrasi oligarki dan global driver, sudah tampak sekali arah politik pemerintah kita didikte oleh oligarki, oleh pemodal-pemodal, nuwun sewu. Saya terbuka, arah politik sudah dikendalikan pemilik modal,” kata Kiai Said.

Dalam menghadapi ancaman perang biologi dengan berbagai serbuan agenda-agenda pandemi, lanjut Kiai Said, pemerintah harus lebih berani menegosiasikan kepentingan nasional.

Kiai Said juga menyoroti terkait eksploitasi alam di Indonesia. Menurutnya, pemerintah Indonesia dan para pihak berkepentingan tidak boleh hanya mengeksploitasi sumber daya alam, tetapi juga harus menjaga keseimbangan ekologis dan masa depan generasi bangsa. Kemitraan strategis dengan pihak lain tidak boleh menciptakan neokolonialisme.

Kiai Said mencontohkan pusat-pusat tambang nikel di Indonesia yang rawan eksploitasi asing. Tambang nikel harus dijaga kedaulatannya. Menurutnya, kerja sama dengan investor mana pun, Indonesia harus tetap berdaulat. Yang diharapkan adalah adanya transfer pengetahuan dan teknologi, bukan hanya eksploitasi keuntungan belaka.

Dalam pidatonya, Kiai Said juga menyampaikan, persatuan dan kesatuan Indonesia harus diperkuat, terutama dalam menghadapi turbulensi politik menyongsong tahun politik 2024. Pemerintah harus mewaspadai politisasi agama, lebih tegas dan berani melarang penyebarluasan ideologi Wahabi, Salafi, Khilafah, dan Takfiri. Kehidupan beragama yang ramah, damai, dan toleran harus ditingkatkan.

Kedaulatan pangan juga tidak luput dari sorotan Kiai Said. Kedaulatan pangan dan energi harus dipastikan lagi agar bangsa ini selalu siaga menghadapi turbulensi ekonomi dan ancaman resesi. Rakyat tidak boleh kelaparan. Sumber daya energi hijau yang berkelanjutan harus diimplementasikan. Buka seluas-luasnya pengembangan energi baru dan terbarukan, jangan halangi pengembangannya hanya karena kepentingan ijon dan dikunci oligarki.

Ke depan, tambah Kiai Said dalam akhir pidatonya, diperlukan kecerdasan, kewaspadaan, dan kolaborasi multipihak dalam menjaga dan melindungi negeri ini. Visi kebangsaan dan kenegaraan harus diutamakan agar bangsa ini dapat selamat melewati berbagai ancaman, tantangan, gangguan, dan hambatan dari dalam dan luar negeri.

Hadir dalam Refleksi Akhir Tahun 2022, Duta Besar Republik Rakyat China Mr. Lu Kang, Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Dr. Wawan Hari Purwanto, Direktur Pencegahan BNPT Brigjend Pol Ahmad Nur Wahid, serta pengurus LPOI, santri Al-Tsaqafah, dan para jurnalis. (sba)

media@altsaqafah.id   Postingan Lainnya