Santri Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Iskandar Dzulqornain Alhakam, menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara III dalam cabang olahraga catur Liga Santri Nasional (LSN) 2025. Kompetisi yang diselenggarakan di Gedung KONI DKI Jakarta pada 14-15 Oktober 2025 ini menjadi panggung debut yang mengesankan baginya.
M. Adib El Syarief, selaku manajer tim, menjelaskan bahwa turnamen ini menggunakan sistem Swiss 7 babak. Dalam format ini, pemain tidak tereliminasi dan terus dipasangkan dengan lawan yang memiliki poin sama atau hampir sama. Hal tersebut membuat persaingan di setiap babak semakin menegangkan.
Di tengah persaingan dengan berbagai pola permainan lawan, mulai dari Sicilian Defense hingga Queen’s Gambit, Iskandar tampil mengejutkan dengan membukukan winstreak (kemenangan beruntun) di lima pertandingan awal.
“Memasuki hari kedua, Iskandar sudah menerobos poin winstreak 5, sehingga dalam pertandingan ke-6 dan ke-7, ia sudah dalam pengamatan ketat oleh peserta poin tertinggi lainnya,” papar Adib. “Sayangnya, winstreak Iskandar pecah di pertandingan keenam. Hasil akhirnya, ia berhasil mengamankan posisi di peringkat ketiga.”
Iskandar sendiri mengaku sempat merasa kecewa karena hanya berhasil meraih Juara III. Namun, perasaan itu sirna setelah mendapat wejangan dari pembimbingnya, Kang Firman.
“Kata Kang Firman, ‘Tidak apa-apa. Untuk perdana, udah bagus.’ Mendengar itu saya langsung lega,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iskandar menjelaskan bahwa ia mendapat banyak pengalaman yang berharga, terutama ketika mentalnya diuji dengan atmosfer final yang menegangkan.
“Jujur ini adalah perlombaan pertama saya. Rasanya, wah, berbeda sekali dengan main catur biasa. Pokoknya mental, tuh, diuji banget saat final, apalagi dikelilingi banyak orang. Keren pokoknya,” kenang Iskandar.
Menjelang kompetisi, Kang Firman secara intensif melatih Iskandar selama empat hari, sementara Adib mengelola aspek manajerial. “Kang Firman berpesan agar Iskandar terus meningkatkan nilai ELO-nya agar mampu menjuarai turnamen ini,” tambah Adib.
Mewakili tim, Adib mengucapkan terima kasih kepada Al-Tsaqafah atas kesempatan yang diberikan. “Semoga ke depannya, kami dapat meningkatkan prestasi dan membawa pulang gelar Juara I,” pungkasnya.
Prestasi yang diraih Iskandar merupakan bagian dari perjuangan kontingen Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah dalam ajang Liga Santri Nasional (LSN) tingkat Provinsi DKI Jakarta 2025. Selain catur, Al-Tsaqafah juga mengirimkan delegasi untuk cabang olahraga lain seperti sepak bola, bola voli, dan tenis meja.
Meskipun belum berhasil meraih juara, cabang olahraga lainnya telah menunjukkan perjuangan yang maksimal. Tim sepak bola dan tim bola voli harus terhenti langkahnya setelah menghadapi lawan tangguh di babak penyisihan dan babak 8 besar. Sementara itu, perwakilan tenis meja, Yusuf Amir, berhasil menempati posisi runner-up di babak penyisihan grup.

