ALTSAQAFAH.ID – Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah menyelenggarakan Munaqasyah bahasa Arab dan bahasa Inggris untuk santri tingkat akhir (Kelas 12 MA). Kecakapan bahasa asing menjadi modal penting santri Al-Tsaqafah berkiprah, baik di tingkat nasional maupun global.
Dzul Fahmi sebagai Koordinator Bidang Bahasa menyampaikan bahwa dengan adanya munaqasyah bahasa asing, santri Al-Tsaqafah dapat bermanfaat untuk masyarakat.
“Dengan ujian munaqasyah ini, santri-santri Al-Tsaqafah, siap terjun ke masyarakat, bahkan mampu bersaing pada tingkat Internasional,” ujar Fahmi kepada ALTSAQAFAH.ID, Sabtu (4/2/2023).
Fahmi menjelaskan, ada tiga tahapan dalam melaksanakan ujian munaqasyah bahasa, yaitu penulisan naskah, pengambilan video, dan presentasi. Ada tiga dewan juri yang akan menilai para santri. Dewan juri pertama menilai segi gramatikal, dewan juri kedua menilai video, dan dewan juri ketiga menilai isi dari konten cerita yang ditulis oleh peserta.
Program tersebut merupakan salah satu dari program unggulan di Al-Tsaqafah: Program Bahasa (bahasa Arab dan bahasa Inggris), Program Membaca Kitab Kuning, dan Program Tahfidhzul Qur’an.
Ketiga program tersebut juga menjadi syarat kelulusan bagi santri Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah. Jika salah satu program tidak lulus, ketiganya juga dinyatakan tidak lulus.

Para santri pun bersungguh-sungguh dalam mengikuti ujian munaqasyah ini, mereka mempersiapkannya secara matang agar bisa mendapatkan hasil yang memuaskan.
Adam Febrian santri Kelas 12 IPA 1 asal Brebes mengungkapkan antusiasmenya mengikuti kegiatan munaqasyah.
“Kita optimis mengikuti ujian munaqasyah ini karena kita sudah latihan berkali-kali dan dibimbing oleh pembimbing yang mumpuni di bidangnya,” ungkap Adam.
Adam juga mengatakan, dengan adanya ujian munaqasyah bahasa ini, bisa menjadikan dirinya semakin terlatih agar lebih berani berbicara di depan umum.
Selain itu, Naila Shofiana santri Kelas 12 IPA 2 asal Indramayu juga mengungkapkan hal yang senada.
“Siap gak siap kita harus siap karena kita menerjemahkan teksnya sendiri dengan kamus Al-Munawwir, tanpa bantuan google translate.”
Naila mengatakan bahwa dengan mengikuti ujian munaqasyah ini, santri dapat mengembangkan diri, membangun kekompakan, menambah pengetahuan, dan memperdalam ilmu nahwu dan shorof.
Reporter: Farhansyah Khumaedi

