ALTSAQAFAH.ID – Kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) beberapa tahun ke belakang masih menjadi hal yang tabu di kalangan pesantren. Namun, saat ini meski belum semua pesantren, sudah menunjukkan geliat yang positif.
Baca juga: Santri Mampu Bersaing Masuk Perguruan Tinggi Negeri?
Perkembangan ini oleh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah disambut positif dengan mengadakan program sosialisasi perguruan tinggi. Program ini bertujuan memotivasi para santri untuk mempersiapkan diri masuk PTN yang kompetisinya sangat ketat.
Dalam program tersebut, Al-Tsaqafah menghadirkan salah satu content creator untuk membahas dunia kampus, yaitu Safrezza. Program ini diselenggarakan pada Jumat, 21 Oktober 2022 di Auditorium Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah yang diikuti oleh santri kelas 11 dan 12.
Safrezza memulai kariernya menjadi content creator pada tahun 2019. Dengan membahas dunia kampus, Safrezza dapat menarik perhatian para calon mahasiswa.
Ia juga memberi solusi bagi para santri yang bingung dalam memilih jurusan. Bagi Safrezza, hal itu harus dimulai dari niat, apakah niat untuk memilih jurusan demi mencari ilmu atau hanya menuruti gengsi?
Yang terpenting, menurut Safrezza, dalam memilih jurusan harus berdasarkan minat yang tinggi karena mendapatkan ilmu tidak hanya dari kelas, tetapi juga bisa dari organisasi, relasi, dan lingkungan sekitar. Jadi, harus dimanfaatkan dengan baik minat jurusan yang dipilih agar senang dalam menjalaninya.
Selain mendapat banyak pembelajaran di dunia perkuliahan, lanjut Safrezza, para santri bisa mendapat hal lain berupa mindset (pola pikir) dan mindflow (jalan pikiran). Mindset adalah bagaimana jalannya pola pikir santri, sedangkan mindflow adalah bagaimana pikiran itu mampu menemukan jalan alternatif dalam menyelesaikan masalah.
Safrezza juga menjelaskan ketatnya kompetisi di perguruan tinggi negeri dibandingkan dengan perguruan tinggi swasta.
“Tingkat probabilitas untuk mencapai kelulusan di PTN lebih rendah dibanding perguruan tinggi swasta. Analoginya, jika ada 2000 mahasiswa di PTN, ada kemungkinan 200-300 orang yang tidak lulus, sedangkan jika di swasta hanya sekitar 50-80 orang,” terang Safrezza.
Hal tersebut, lanjut Safrezza, karena pengaruh tingkat ambisius mahasiswa yang begitu tinggi. Dilihat dari analogi tersebut, banyak mahasiswa yang hanya melihat dari kampusnya, tetapi ternyata gelar dalam perkuliahan sangat penting untuk kredibilitas. Karena tanpa gelar sarjana, seseorang tidak akan berarti apa-apa.
Safrezza mengatakan hal yang harus diingat, yaitu jangan jadikan gelar sebagai identitas, tetapi jadikan itu sebagai tanggung jawab. Apa pun gelarnya nanti, baik CEO, pejabat, presiden, semua itu akan kembali ke hati dan diri masing-masing.
Jalur Masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN)
Beberapa jalur masuk kuliah yang dijelaskan di Permendikbud No. 48 Tahun 2022, yaitu jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), serta seleksi secara mandiri oleh PTN dan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 345/M/2022 tentang Mata Pelajaran Pendukung Program Studi dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN):
1. Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) meliputi prestasi akademik dan/atau prestasi nonakademik. Seleksi ini dilakukan berdasarkan dua komponen perhitungan atau penilaian, yakni:
1.) Rata-rata nilai rapor seluruh mata pelajaran paling sedikit 50 persen dari bobot penilaian.
2.) Nilai rapor paling banyak dua mata pelajaran pendukung program studi yang dituju, portofolio, atau prestasi, paling banyak 50 persen dari bobot penilaian.
Komposisi komponen pertama dan kedua tersebut diatur kembali oleh masing-masing PTN dengan total 100 persen.
2. Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dilakukan dengan menggunakan tes terstandar berbasis komputer. Jalur ini fokus pada pengukuran kemampuan penalaran dan pemecahan masalah.
Untuk itu, merujuk pada Pasal 6 Ayat (2) Permendikbud Ristek Nomor 48 Tahun 2022, seleksi nasional berdasarkan tes terdiri dari:
1. Potensi kognitif
2. Penalaran matematika
3. Literasi dalam bahasa Indonesia
4. Literasi dalam bahasa Inggris
Seleksi nasional ini dapat diselenggarakan beberapa kali dalam tahun berjalan. Adapun setiap calon mahasiswa dapat mengikuti paling banyak dua kali seleksi nasional berdasarkan tes. PTN juga dapat menambahkan portofolio sebagai persyaratan program studi seni dan olahraga atau syarat lain untuk program studi yang membutuhkan keterampilan spesifik.
Selain itu, terdapat juga seleksi secara mandiri oleh masing-masing PTN yang pelaksanaannya setelah seleksi nasional yang diselenggarakan pemerintah.
Reporter: Tim Jurnalistik Al-Tsaqafah

