Sejarah Pembebasan Kota Makkah

ALTSAQAFAH.ID – Pembebasan Kota Makkah atau yang dikenal dengan Fath Makkah terjadi pada tanggal 20 Ramadan tahun ke-8 dari hijrah Nabi Muhammad saw. Dalam sejarah, Fath Makkah erat kaitannya dengan perjanjian gencatan senjata antara Rasulullah dan para pengikutnya dengan orang-orang Quraisy dan para pengikutnya di daerah Hudaibiah. Kemudian, perjanjian ini berlaku selama sepuluh tahun dan dikenal dengan nama perjanjian damai Hudaibiah yang terjadi pada bulan Zulkaidah tahun ke-6 hijrah.

Di antara isi dalam perjanjian Hudaibiah, yaitu tidak ada peperangan antara kedua belah pihak dan siapa pun boleh bergabung menjadi sekutu masing-masing pihak, kecuali orang Quraisy, tidak boleh menjadi sekutu Nabi Muhammad saw. Setelah perjanjian itu disepakati, kabilah Bani Khuza’ah, salah satu kabilah besar yang berada tidak jauh dari Makkah, memproklamasikan diri bergabung menjadi sekutu Nabi Muhammad saw. Namun, kabilah Bani Bakr yang memiliki dendam masa lalu kepada Bani Khuza’ah memutuskan bergabung dengan kelompok orang-orang Quraisy.

Fath Makkah sendiri diawali dengan pelanggaran perjanjian Hudaibiah oleh Bani Bakr (dibantu oleh orang-orang Quraisy) yang menyerang Bani Khuza’ah. Mendengar laporan tersebut, Nabi Muhammad saw. segera menyiapkan pasukan meskipun sebelumnya Abu Sufyan yang diutus orang-orang Quraisy menghadap Nabi saw. dan meminta perpanjangan gencatan senjata. Nabi saw. bersama dengan suku-suku di sekitar Madinah yang totalnya berjumlah 10 ribu orang berangkat dari Madinah menuju Makkah pada tanggal 10 Ramadan.

Singkat cerita, sesampainya di daerah Zhahran, sebuah daerah antara Makkah dan Madinah, Abu Sufyan yang kembali diutus oleh orang-orang Quraisy untuk memata-matai kelompok Nabi saw. tertangkap dan di situ pula dia menyatakan diri masuk Islam. Sebelumnya, Nabi saw. bertemu dengan pamannya, Al-Abbas bin Abdul Muthalib, yang hijrah ke Madinah dan menyatakan diri masuk Islam di daerah Juhfah. Mengenai hal ini, Nabi saw. berkata pada pamannya:

أنت آخر المهاجرين وأنا آخر الأنبياء

“Engkau adalah pamungkas kaum muhajirin (orang-orang yang hijrah) dan saya adalah pamungkas para Nabi”

Sesampainya di luar Kota Makkah, Nabi saw. membagi pasukannya menjadi empat bagian yang masing-masing memasuki Kota Makkah dari posisi yang berbeda. Di antara empat kelompok tersebut, hanya kelompok yang dipimpin oleh Khalid bin Walid yang mendapatkan perlawanan dari orang-orang Quraisy. Itu pun disebabkan pasukan Khalid bin Walid diserang terlebih dahulu. Selebihnya, Nabi saw. dan pasukan Islam yang lain memasuki Kota Makkah dengan tanpa pertumpahan darah.

Nabi saw. memasuki Kota Makkah dengan menaiki unta dan langsung menuju Ka’bah. Di sekitar Ka’bah masih terdapat 360 berhala. Lalu Nabi saw. menghancurkannya satu per satu, kemudian beliau tawaf. Tidak hanya di sekitar Ka’bah, di dalam Ka’bah pun ada berhala yang menyebabkan Nabi saw. enggan masuk ke dalam Ka’bah. Lalu Nabi saw. meminta kunci Ka’bah kepada Utsman bin Thalhah untuk membukanya, lalu mengembalikannya kepada Utsman bin Thalhah (yang kemudian sepeninggalnya, kunci Ka’bah diserahkan kepada saudaranya, yakni Syaibah dan sampai saat ini pemegang kunci Ka’bah berasal dari Bani Syaibah) dan memerintahkan berhala-berhala dan lukisan-lukisan yang ada di dalam Ka’bah dikeluarkan dan dihancurkan. Di antaranya ada patung Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang sedang memegang azlam (anak panah yang digunakan untuk berjudi). Kemudian Nabi saw. masuk ke dalam Ka’bah disertai Usamah bin Zaid, Bilal, dan Utsman bin Thalhah. Nabi saw. salat di dalam Ka’bah. Lalu beliau memerintahkan Bilal untuk naik ke atas Ka’bah dan azan untuk salat. Orang-orang Makkah pun berduyun-duyun menyatakan diri masuk Islam. Pada kesempatan itu, beliau pun berkhotbah:

لا إله إلّا الله وحده لا شريك له صدق وعده ونصر عبده وهزم الأحزاب وحده ألا إنّ كل مأثورة أو دم أو مال يدعى في الجاهلية فهو تحت قدميّ هاتين إلا سدانة الكعبة وسقاية الحاج، ألا وإن قتل الخطأ مثل العمد بالسوط والعصا فيهما الدية مغلظة منها أربعون في بطونها أولادها، يا معشر قريش إنّ الله قد أذهب عنكم نخوة الجاهلية وتعظمها بالآباء. الناس من آدم وآدم خلق من تراب

“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, yang telah membenarkan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan Dia sendiri yang mengalahkan musuh-musuhnya.  Ketahuilah bahwa segala kekuasaan, kemuliaan atau darah, atau kekayaan yang diklaim pada masa jahiliah berada di bawah kedua kakiku ini, kecuali pelayan Ka’bah dan pemberi minuman kepada jemaah haji. Ketahuilah, korban pembunuhan karena ketidaksengajaan itu sama dengan pembunuhan seperti membunuh dengan cambuk atau tongkat, maka diyatnya diperberat, di antaranya empat puluh ekor yang dalam keadaan bunting. Wahai orang-orang Quraisy, sesungguhnya Allah telah menghilangkan kesombongan jahiliiah dan mengagung-agungkan nenek moyang (keturunan) kalian (karena) manusia berasal dari Adam dan Adam berasal dari tanah.”

Lantas, beliau membaca firman Allah Q.S. Al-Hujurat ayat 13:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Al-Hujurat: 13)

Fath Makkah dilakukan dengan damai, tanpa kekuatan atau pertumpahan darah. Ini menurut pendapat Imam Syafi’i dan Imam Ahmad, sedangkan menurut Imam Malik dan Imam Abu Hanifah, Nabi saw. memasuki Kota Makkah dengan kekuatan karena Nabi dan orang-orang Islam sudah membawa senjata dan persiapan perang. Nabi saw. berada di Makkah selama 15 hari. Pada peristiwa Fath Makkah ada beberapa pelajaran (sebagian tertuang dalam khotbah beliau), di antaranya:

1. Kesetaraan manusia yang semuanya berasal dari Nabi Adam. Tidak ada lagi penyombongan diri atas nama keturunan.
2. Pembebasan orang-orang Makkah, tidak dijadikan tawanan perang dan budak.
3. Larangan berperang, berburu, dan menebang pohon di Kota Makkah.
4. Diperbolehkannya salat di dalam Ka’bah.
5. Penetapan pemegang kunci Ka’bah kepada Utsman bin Thalhah, lalu beralih ke saudaranya, Syaibah.
6. Mengqasar salat yang dilakukan Nabi saw. selama 15 hari. Ini menjadi perdebatan dalam lintas mazhab, bahkan dalam mazhab Syafi’i sendiri, tentang batas waktu diperbolehkannya mengqasar salat.
7. Batas akhir hijrah yang diperintahkan Allah kepada Nabi saw. dan para pengikutnya. Orang atau rombongan terakhir yang hijrah adalah paman Nabi saw., Al-Abbas bin Abdul Muthalib.

Ayat-Ayat Al-Qur’an yang Berkaitan dengan Peristiwa Fath Makkah

Dalam peristiwa Fath Makkah, ada beberapa ayat yang berkaitan dengannya, baik turun sebelumnya atau turun ketika Fath Makkah. Ayat-ayat tersebut adalah:

1. Q.S. Al-Fath

  … إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا 

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata ….”

Banyak orang yang mengira bahwa Fath Makkah adalah peristiwa yang melatarbelakangi turunnya Surah Al-Fath. Dalam kitab-kitab asbabunnuzul, Surah Al-Fath diturunkan ketika perjanjian damai Hudaibiyyah. Ini merupakan berita dan janji dari Allah tentang pembebasan Kota Makkah. Oleh karenanya, ketika Nabi saw. memasuki Kota Makkah, beliau membaca Surah Al-Fath sebagai tanda bahwa berita dan janji Allah bukan isapan jempol belaka.

2. Q.S. Al-Hujurat: 13

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوْبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوْا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.”

Meskipun asbabunnuzul ayat ini bukan peristiwa Fath Makkah, ayat ini dibacakan oleh Nabi saw. ketika beliau khotbah di hadapan penduduk Makkah setelah beliau memasukinya.

3. Q.S. Al-Mumtahanah: 1

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ ۙ أَنْ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِي سَبِيلِي وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِي ۚ تُسِرُّونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَأَنَا أَعْلَمُ بِمَا أَخْفَيْتُمْ وَمَا أَعْلَنْتُمْ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.”

Ayat ini turun setelah tertangkapnya mata-mata yang akan mengabarkan kepada orang-orang Quraisy perihal persiapan Nabi saw. menuju Makkah.

4. Q.S. Al-Nisa`: 58

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Setelah Nabi saw. keluar dari Ka’bah, beliau memberikan kunci Ka’bah kepada Utsman bin Thalhah karena turunnya ayat ini.

5. Q.S. Al-Nashr

…. إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ 

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, ….”

Meskipun dalam Surah Al-Nashr ada keterangan tentang Al-Fath, nyatanya surah ini adalah surah terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., yakni pada hari Tasyriq saat Haji Wada’. Surah ini adalah isyarat dari Allah bahwa Nabi Muhammad saw. akan segera mangkat. Oleh karenanya, ketika Nabi Muhammad saw. menyampaikan hal ini pada putrinya, Fatimah, beliau pun menangis karena akan ditinggalkan Nabi Muhammad saw. Akan tetapi, saat Nabi Muhammad saw. membisikkan bahwa Fatimah akan menyusulnya segera, Fatimah pun tersenyum gembira karena akan berkumpul lagi dengannya.

 

Referensi:

1. Abdul Hakim Al-Ka’bi, Mausu’ah Al-Tarikh Al-Islami, Juz I, Amman: Dar Usamah, 2009
2. Al-Suyuthi, Lubab Al-Nuqul fi Asbab Al-Nuzul, Beirut: Muassasah Al-Kutub wa Al-Tsaqafiyyah, 2002
3. Ibn Atsir, Al-Kamil fi Al-Tarikh, Juz II, Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyyah, 2003
4. Ibn Katsir, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, Beirut: Darul Fikr, 2020
5. Ibn Khaldun, Tarikh Ibn Khaldun, Juz II, Beirut: Darul Fikr, 2000
6. Said Ramadhan Al-Buthi, Fiqh Sirah Al-Nabawiyyah, Damaskus: Darul Fikr Al-Mu’ashir, 1991

akromhalimi@gmail.com   Postingan Lainnya

Kepala Madrasah Aliyah (MA) Al-Tsaqafah, asal Cirebon, Jawa Barat. Santri Lirboyo. Sarjana Tafsir Hadis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.